Sunday, December 1, 2013

Mengubah Sampah Menjadi Bio-Plastik

Tim peneliti yang beranggotakan mahasiswa 
dari Imperial College London berhasil menciptakan bio-plastik dari tumpukan sampah dengan bantuan bakteri.
Teknologi ini tercipta dengan menggunakan bakteri yang sudah dikondisikan sehingga mampu mengubah sampah menjadi bio-plastik atau plastik yang bisa didaur ulang.
Tim peneliti menyatakan, plastik ini bisa dipakai untuk memroduksi alat-alat kesehatan yang dipakai di rumah sakit. Mereka juga berhasil mengembangkan metode penguraian bio-plastik sehingga bisa dibuang dengan aman ketika sudah tidak diperlukan.
Tim peneliti mengembangkan teknologi mereka dari bakteri yang aman dan ragi serta mendesain ulang DNA mereka agar bisa menjalankan fungsinya mengubah sampah menjadi bio-plastik.
Mereka merancang ulang kode genetis bakteri E.coli yang menjadi alat utama mengubah limbah di tempat pembuangan sampah akhir menjadi bio-plastik.
Selama ini, tanaman menjadi bahan utama dalam pembuatan bio-plastik sehingga berpotensi memicu alih guna lahan untuk pertanian. Tim peneliti menyatakan bahwa proses ini bisa dikembangkan dalam skala industri dan berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian.
Atas penemuan ini, tim peneliti mendapatkan penghargaan dari kompetisi International Genetically Engineered Machine (iGEM), sebagai penelitian terbaik mengalahkan 200 tim dari seluruh dunia.

Redaksi Hijauku.com

Wednesday, November 13, 2013

Laporan Palm Oil Buyers Scorecard 2013: Pembeli Minyak Sawit Perlu Lebih Dukung Produksi yang Lestari

Untuk pertama kalinya, laporan penilaian (scorecard) yang dirilis WWF memasukkan perusahaan dari Amerika bersama perusahaan Eropa, Australia dan Asia ke dalam penilaoan global, yang berisi gambaran bagaimana pembeli minyak sawit dapat mendukung kelestarian. Laporan penilaian yang berjudul “Palm Oil Buyers Scorecard 2013” ini dirilis saat pembukaan konferensi tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) ke-11 di Medan (12/11).

Walaupun kemajuan telah terjadi pada banyak perusahaan, harus diakui bahwa suplai terhadap kelapa sawit yang bersetifikat lestari masih tidak sebanding dengan penawaran yang ada. Dalam laporan penilaian tersebut, dapat dilihat perusahaan mana saja yang tidak mengambil langkah bijak untuk mengatasi hal tersebut.  Padahal, perusahaan-perusahaan tersebut harus memenuhi jadwal pencapaian target 100% suplai kelapa sawit berkelanjutan pada tahun 2015.

Laporan “Palm Oil Buyers Scorecard 2013” menyebutkan bahwa hanya 9 dari 130 perusahaan — Ecover, Ferrero Trading, Henkel, REWE Group, Hershey, IKEA, Reckitt Benckiser, Unilever and United Biscuits — yang melaporkan kebijakan mereka untuk mengatasi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh sawit yang mereka gunakan. Lebih lanjut, 49 perusahaan lainnya sudah memulai langkah untuk mengharuskan suplier mereka untuk menerapkan peraturan emisi yang ditetapkan RSPO.

Laporan ini juga mengurutkan 78 produsen dari produk yang mengandung kelapa sawit dan 52 perusahaan ritel berdasarkan keanggotaan RSPO dan kepatuhan mereka dalam pelaporan, pencapaian target dan tindakan yang dilakukan untuk menggunakan 100% sawit yang berkelanjutan, serta kebijakan dan rencana untuk membatasi emisi gas rumah kaca dari produksi mereka. Selain itu, lebih dari 2/3 produsen dan pengusaha ritel yang dinilai telah menyatakan komitmen mereka untuk menggunakan 100% sawit yang bersertifikat lestari pada 2015. Empat puluh lima dari 130 perusahaan yang dinilai sudah menggunakan 100% CSPO — sekitar 2 juta ton minyak sawit dalam setahun. Namun secara keseluruhan, 130 perusahaan tersebut menggunakan sekitar 7 juta ton kelapa sawit dalam setahun. Fakta ini menggambarkan masih jauhnya target komitmen tersebut dicapai.

Palm Oil Leader WWF-Internasional, Adam Harrison, mengatakan, “Ini adalah tahapan kritis bagi RSPO. Pembeli progresif kelapa sawit mulai meminta perkebunan untuk melakukan lebih dari standar RSPO untuk isu-isu seperti tidak membeli kelapa sawit dari sumber yang tidak diketahui asal-usulnya, meminimalisir penggunaan zat kimia berbahaya dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Perkebunan perlu dihargai atas upaya mereka—sayangnya banyak pembeli yang bahkan tidak membeli kelapa sawit yang bersertifikat RSPO.”

“WWF berharap banyak perusahaan menggunakan data dari RSPO untuk mulai membeli dari anggota RSPO yang memiliki kinerja baik. Namun yang pertama yang perlu mereka lakukan adalah membeli pasokan CSPO yang saat ini tersedia di pasaran”, lanjut Adam.

Sebagai langkah awal, WWF percaya sertifikat “Book&Claim” adalah langkah untuk mengirimkan sinyal pasar dalam mendukung produksi berkelanjutan, sehingga skala ekonomi yang dicapai dapat membantu seluruh industri untuk mengarap rantai pasok minyak sawit yang awal produksinya terpisah dari yang tidak sertifikasi (tersegregasi/ segregated). Hanya saja, WWF berharap adanya proses yang lebih cepat dari perusahaan-perusahaan untuk menggunakan CSPO yang tersegregasi. Perusahaan yang menjadi contoh baik praktik ini adalah Heinz dan United Biscuits, perusahaan kimia Iwata, Ferrero Trading yang memproduksi Nutella, dan perusahaan ritel Waitrose.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Carrie Svingen, WWF-Internasional
Email: csvingen@wwf.panda.org, Hp: +49 151 188 54 833

sumber: WWF News

Friday, November 8, 2013

Kurangi Dampak Lingkungan

RAMAH PADA LINGKUNGAN

Bahkan aktivitas paling sederhana yang dilakukan setiap hari, dapat membantu memulihkan planet kita yang kian rusak ini. Jangan tunda lagi, mari lakukan sekarang.
Kelangsungan hidup berbagai mahluk hidup di muka bumi kian terancam. Sudah saatnya setiap orang ikut menangani dengan cara masing-masing dan sesegera mungkin. Pastikan semua menggunakan solusi dan teknologi yang ramah lingkungan!

Hemat energi
  • Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik. Artinya Anda terus berkontribusi pada pemanasan global.
  • Pilihlah perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energi
  • Saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, jemur dan biarkan pakaian kering secara alami.
Hemat air
  • Matikan keran saat sedang menggosok gigi
  • Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman
  • Segera perbaiki keran yang bocor - keran bocor menumpahkan air bersih hingga 13 liter air per hari
  • Jika mungkin mandilah dengan menggunakan shower. Mandi berendam merupakan cara yang paling boros air.
Hemat kayu dan kertas
  • Selalu gunakan kertas di kedua sisinya
  • Gunakan kembali amplop bekas
Kurangi, pakai lagi dan daur ulang (Reduce, Reuse and Recycle)
  • Bantulah mengurangi tumpukan sampah dunia
  • Jangan gunakan produk 'sekali pakai' seperti piring dan sendok kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastik
  • Gunakan baterai isi ulang
  • Pilih kalkulator bertenaga surya